Tersangka Klinik Stem Cell di Magelang: Dari Riset Kloning Anjing di Korea ke Skandal Sekretom

Pengantar
Seorang dosen kedokteran hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), drh Yuda Heru Fibrianto (YHF), berusia 56 tahun, ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal klinik stem cell di Magelang, Jawa Tengah. Klinik ini diketahui menggunakan produk sekretom untuk pengobatan luka, dengan nilai ekonomi mencapai Rp 230 miliar. UGM telah menonaktifkan YHF sebagai staf pengajar, sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan barang bukti seperti botol sekretom, alat suntik, dan termos pendingin.
Manfaat Utama Sekretom
Sekretom, produk yang diduga digunakan di klinik tersebut, adalah cairan yang berasal dari jaringan tubuh dan diklaim memiliki sifat regeneratif. Namun, penggunaan sekretom tanpa standar yang jelas dapat menimbulkan risiko kesehatan, seperti infeksi atau efek samping yang tidak diinginkan.
Cara Penerapan yang Aman
Penggunaan sekretom atau terapi stem cell seharusnya dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis dengan izin resmi. Pasien disarankan untuk memilih klinik atau rumah sakit yang terdaftar di BPOM dan memiliki rekam jejak yang baik untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan.
Fakta Ilmiah dan Risiko
Studi ilmiah menunjukkan bahwa sekretom dapat memiliki manfaat regeneratif, namun hasilnya bervariasi tergantung pada kualitas produk dan prosedur penerapan. Risiko yang mungkin muncul termasuk reaksi alergi, infeksi, atau efek samping akut.
Penutup
Skandal ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap klinik atau fasilitas medis yang menawarkan terapi alternatif seperti sekretom. Pasien disarankan untuk selalu memilih layanan kesehatan yang terpercaya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan pengobatan tertentu.